Selamat Datang di Situs akhmadshoim.blogspot.com Cp. 082323989890 e-mail: soimah49@gmail.com

This is default featured post 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Tampilkan postingan dengan label KAJIAN. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label KAJIAN. Tampilkan semua postingan

Minggu, 08 Juli 2012

Impor Makna


PARODI Prie GS

Ini negeri yang selalu terlibat. Negeri lain yang krisis, kita yang terkena imbasnya. Orang lain yang berprestasi, kita cukup yang mengagumi. Pihak lain punya tradisi menjadi pihak yang bermain, kita membangun tradisi menggelar nonton bareng. Kita boleh tidak terlibat di Piala Eropa, tetapi jangan kurang akal, undang saja bintangnya datang ke Jakarta. Kita tak perlu lolos di Piala Dunia, tetapi undang saja bintangnya ke sini, untuk main iklan produk minuman berenergi.
Di Jakarta, para bintang itu diadu dengan para bintang kita. Seluruh bintang kita berkumpul menjadi satu dan menahan imbang mereka 1-1. Skor yang tidak buruk. Tetapi siapa peduli tentang skor? Karena jauh melesak di alam bawah sadar sana, telah berkembang bermacam-macam imajinasi atas skor ini.
Bisa saja kualitas pemain kita memang benar-benar bintang sehingga sanggup menahan bintang. Itu skenario pertama. Bisa juga karena pihak lawan tak enak hati. Itu skenario kedua. Maka skor 1-1 adalah skor tersopan dari sebuah pertandingan senang-senang.
Karena itulah memang tujuannya: bersenang-senang. Maka, semuanya harus senang. Jadi skor itu sama sekali bukan isu terpenting. Terpenting dari semua itu adalah kehadiran primadona Piala Eropa, Cesc Fabregas. Seluruh kebintangan kita hanyalah anak tangga bagi kebintangan pihak lain yang sedang ditunggu-tunggu. Maka mengelu-elukan sang bintang jauh lebih penting ketimbang mengevaluasi pertandingan.
Maka skor satu-satu itu, walau bukan skor yang buruk, tetapi bukan skor yang menggembirakan. Bukan tak gembira karena kita tidak bisa  membuat gol lebih banyak, melainkan karena kita tak membutuhkan kemenangan itu. Bisa karena hal itu nyaris tidak mungkin, bisa juga karena bukan soal itu yang ditargetkan. Target kita saat ini adalah sedang ingin menjadi pengagum pihak-pihak yang mengagumkan. Kita adalah masyarakat yang sedang kehilangan kekaguman di dalam kehidupannya sendiri. Setiap membuka lembaran koran, rasanya kita hanya bertemu kasus korupsi.
Korupsi itu malah merajalela sedemikian rupa sampai sulit lagi mencari padanan kata untuk menyebutnya. Ketika beras miskin saja dikorup, kita pernah menyebutnya sebagai luar biasa. Tapi rekor ini gugur dengan cepat karena pengadaan kain kafan juga dikorupsi. Kini kain kafan saja tak cukup, tetapi sudah merambah ke pengadaan Kitab Suci. Kalau tuduhan ini benar, rasanya kehadiran KPK saja tak cukup. Rasanya Tuhan sendiri yang harus turun tangan untuk menghentikan pihak yang telah mustahil dinasihati.
Di tengah iklim semacam itulah krisis makna akan bergerak menjadi wabah. Hidup tanpa makna adalah kegalauan besar sebuah bangsa.
Akhirnya, naluri mencari makna itu akan menerobos kalau perlu melewati batas-batas negara. Adalah aneh, negeri yang ramai mengampanyekan makna di berbagai mimbar khotbah ini, adalah negeri yang diam-diam mengalami krisis makna. Karenanya, ketika korupsi makin bereskalasi dari kain kafan ke Kitab Suci, tradisi impor juga bergerak serupa, kita tak cuma cukup impor garam, gula dan beras, tetapi juga harus impor nilai dan makna. (62) Suara Merdeka, 08 Juli 2012 


Jumat, 06 Juli 2012

MENGEMBALIKAN CITRA KEMENTRIAN AGAMA


Oleh: Akhmad Shoim*
Citra Kementrian Agama kembali tercoreng lagi, setelah kasus Maret tahun 2003 dugaan korupsi Rp. 116 miliar di Direktorat Jendral Pembinaan Kelembagaan Islam Kementrian Agama (Kemenag).
Komisi pemberantasan korupsi (KPK) sepekan lalu, menangkap tersangka Zulkarnaen Djabar pada kasus proyek penggandaan Al-Quran di Direktorat Jendral Bimbingan Masyarakat Islam Kementrian Agama pada 2011 – 2012. Zulkarnaen adalah politikus Golkar di komisi VIII Dewan Perwakilan Rakyat yang membidangi agama sejak 2004.
Selain Zulkarnaen, anaknya yang bernama Dendy Prasetya, Direktur PT Karya Sinergi Alam Indonesia, juga sebagai tersangka, dia juga menyetir pejabat Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam guna memenangkan PT Adhi Aksara Abadi Indonesia sebagai pemenang proyek. Keduanya diduga menerima suap Rp. 4 Miliar dari proyek pengadaan Al-Quran pada 2011 – 2012, serta proyek laboratorium komputer untuk madrasah tsanawiyah 2010 di Kementrian Agama.
Logikanya, Jika Kementrian Agama yang mengurusi kegamaan di Indonesia saja melakukan korupsi, bagaimana dengan Kementrian yang selain agama. Tentu, pasti akan lebih parah lagi.
Pertanyaannya kenapa orang yang bisa dikatakan paham agama melakukan kegiatan yang dilarang agama berupa korupsi? Pertanyaan kedua kenapa yang dikorupsi itu Al-Quran tidak yang lain?
Kasus korupsi memang perbuatan yang tidak terpuji. Akan tetapi lebih tidak terpuji lagi jika yang di korupsi itu kitab Tuhan berupa Al-Quran. Sesuatu yang disakralkan umat Islam dianggap sebagai lahan basah untuk memperkaya diri, serta mencari uang sebanyak-banyaknya.
Masyarakat awam pasti terheran dan menganggap tersangka sudah “GILA” atas perbuatan yang dilakukan tersangka dengan mempermainkan agama sebagai lahan korupsi. Perbuatan ini sungguh diluar batas kewajaran. Tersangka bisa dikatakan orang tidak bermoral, meskipun dia secara keilmuan mencapai gelar yang tinggi secara akademis maupun keagamaan.
Meniru bahasanya Ibnu Djarir, ketinggian keilmuan akademik/keagamaan tidak selalu pararel dengan kebaikan moral dan akhlak seseorang. Karena akhlak itu terbentuk seperti iman, bisa bertambah juga bisa berkurang.
Bagi orang berpendidikan, perbuatan ini merupakan perbuatan demoralisasi yang dilakukan oknum di Kementrian Agama guna merusak citra di Kemenag. Dia tidak memikirkan efek jangka panjang yang di terima Kemenag dalam menghadapi kasus ini.
Yang seharusnya dibangun Kemenag yaitu mengembalikan citra lembaga agar menjadi baik di mata masyarakat Indonesia. Kemenag seharusnya juga sebagai contoh baik bagi lembaga di kementrian yang lain. Bukan malah memberi contoh jelek dengan melakukan kasus korupsi tersebut.
Jikalau yang terjadi sudah seperti ini, maka jalan bagi Kemenag yang  paling penting yaitu mengembalikan citra baik kepada masyarakat luas. Karena instansi sudah telanjur tercemar buruk.
Kemenag harus membuka diri dengan memberikan pelayanan yang baik pada masyarakat, serta direspon dengan cepat dan transparan. Semoga!
*Staf Humas IAIN Walisongo Semarang, Litbang SKM Amanat.

Rabu, 09 Mei 2012

Kesadaran Ekologi Pesisir Jepara


Akhmad Shoim
Kota Jepara merupakan daerah pesisir pantai yang berada di sebelah utara Jawa. Keberadaan pesisir pantai Jepara terhampar dari kecamatan Kedung di ujung selatan sampai kecamatan Keling di ujung utara Jepara.
Sebagian daerah di dekat pantai setiap tahun mengalami abrasi maksimal sampai 10 - 50 meter. Hal ini terjadi di sepanjang pantai di kecamatan Kedung, yaitu desa Kedung Malang, Surodadi, Panggung, Tanggul Telare, Semat, Teluk Awur. Desa diatas, batas dengan pantai hanya beberapa puluh meter saja.
Jika hal ini terjadi selama kurun sepuluh tahun abrasi akan meningkat menjadi 100 - 500 meter, sehingga beberapa desa yang letaknya hanya beberapa puluh meter dari bibir pantai akan hilang.
Menurut data yang didapat penulis dari berbagai sumber, Kerusakan pantai utara (pantura) akibat abrasi di Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, kian parah dan hingga kini mencapai 610.527 meter persegi daratan hilang. Bahkan, kini air laut Jawa telah menggerus Pulau Panjang, Jepara. Jika tak segera ditangani dalam beberapa tahun lagi, pulau ini akan hilang. 
Pemantauan kerusakan pantai akibat abrasi di Jepara tersebar pada lima kecamatan yakni Kedung 97.179 meter persegi, Jepara Kota 73.742 meter persegi, Mlonggo 55.175meter persegi, Kembang 5.589 meter persegi, dan Keling 378.842 meter persegi. Ini merusakkan garis pantai sepanjang 15,3 kilometer (media Indonesia). 
Rusaknya terumbu karang dan terbatasnya hutan mangrove mengakibatkan tak ada penangkal gelombang pasang, sehingga gelombang langsung menerjang pantai hingga mengakibatkan kelongsoran.
Kurangnya kesadaran ekologis dan keringnya kebudayaan kepedulian terhadap pantai Jepara menjadi sebuah perhatian khusus. Forum warga peduli pantai Jepara menjadi penting dilakukan guna menjaga kelestarian hutan pantai dan terumbu karang serta biota laut Jepara.
Disamping pembuatan groin serta penanaman mangrove di sepanjang pantai Jepara yang selama ini dilakukan Pemda Jepara.
Semua elemen warga perlu meningkatkan kesadaran akan pentingnya kelestarian ekologi pantai Jepara, dengan menanam mangrove tiap bulan, juga memelihara terumbu karang dari kerusakan-kerusakan yang dilakukan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.
Perangkat desa, nelayan, petambak, dan elemen warga lain perlu merumuskan ikrar untuk melestarikan daerah pesisir pantai masing-masing. Kecintaan dan berhidmat terhadap ekologi pesisir pantai menjadi entry point penting guna melestarikan dan menanggulangi abrasi.
Jika hal ini bias terjadi tentu pemerintah akan semakin ringan bebannya sehingga ikrar forum-forum peduli pesisir jepara ini menjadi oase juna menjaga kelestarian ekologi pantai di pesisir Jepara. Semoga!
Akhmad Shoim (aktivis Ngompol Jepara)

Rabu, 02 Mei 2012

Peran Pembimbing Rohani Sangat Penting


Suara Merdeka, Kamis, 3 Mei 2012
Selain dokter dan perawat, peran bimbingan rohani (Bimroh) dalam setiap Rumah Sakit sangat penting dibutuhkan. Peran Bimroh ini sebagai usaha penyembuhan psikospiritual terhadap pasien. Setiap pasien di Rumah Sakit sebenarnya sangat membutuhkan bimbingan rohani sebagai proses percepatan dalam penyembuhan.
Ada sekitar 20-an Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) di Jawa Tengah yang sudah memiliki Bimroh. Beberapa RSUD yang sudah mengadakan Bimroh yaitu RSUD Kariadi, RSUD Tugurejo, RSUD Moewardi Surakarta,    RSUD Dr. Cipto, RSU Magelang, RSUD Banyumas, dan yang lain.
Dr Pungky Samhasto, M. Qih, Dinas Kesehatan Provinsi Jateng mengatakan, eksistensi peran Bimroh pada pasien di Rumah Sakit banyak membantu Rumah Sakit dalam penanganan pasien, serta dapat mempercepat penyembuhan.
“Adanya Bimroh bertujuan memperbaiki kualitas hidup pasien dan keluarga yang menghadapi masalah yang berhubungan dengan penyakit yang dapat mengancam jiwa melalui pencegahan, peniadaan, identifikasi dini, penilaian serta penyelesaian masalah-masalah fisik, psikososial dan spiritual,” paparnya di sela-sela Seminar Nasional Pengembangan Profesionalitas Layanan Bimbingan Rohani Islam pada Pasien Menuju Pola Pelayanan Holistic Rumah Sakit di Jawa Tengah di Laboratorium Dakwah Fakultas Dakwah IAIN, Selasa (18/4).
Pungky menambahkan, di Jawa Tengah itu ada 258 Rumah Sakit. Harapannya tiap Rumah Sakit ada empat orang saja, maka kebutuhan Bimroh di Jateng sebanyak kurang lebih 1000 orang. “Ini adalah peluang bagi para Bimroh yang ada di Jawa Tengah,” tambahnya.
Syamsudin Salim dari Rumah Sakit Islam Sultan Agung memaparkan, perlu adanya reformulasi model bimbingan rohani pada pasien di Rumah Sakit. Reformulasi ini terkait fungsi Bimroh yaitu, pelayanan terhadap pasien, dakwah terhadap masyarakat, dan bimbingan terhadap karyawan. Beberapa program Bimroh adalah, pembinaan mental spiritual, Islamic hospital culture, bimbingan rohani pasien, dan dakwah sosial.
“David B Larson dkk dalam penelitiannya sebagaimana dimuat dalam Religious Commitment Healt (1992) menyatakan bahwa komitmen agama (Bimroh-red) amat penting dalam pencegahan agar seseorang tidak jatuh sakit, meningkatkan seseorang dalam mengatasi penderitaan bila ia sedang sakit serta mempercepat penyembuhan selain terapi medis yang diberikan,” tandasnya.
Prof. Dr. M. Fanani, Guru Besar Fakultas Kedokteran UNS menambahkan, peran religiusitas dan spiritualitas adalah faktor kultural yang sangat penting yang memberi struktur dan arti pada nilai manusia.
“Banyak pasien yang sembuh setelah mendapat terapi healing dari Bimroh.  Beberapa pasien yang sudah membuktikan yaitu, Akbar 2006, depresinya mulai hilang setelah bimbingan; Jalaludin 2006, skor kecemasannya telah hilang setelang healing; Amin Syukur, Kanker otaknya sembuh setelah banyak meningkatkan dzikir. Kesimpulannya, dzikir atau spiritual mampu meningkatkan motivasi hidup dan menghilangkan nyeri dalam tubuh.
Machasin yang juga narasumber dari IAIN menegaskan, jika ada Rumah Sakit yang tidak memanfaatkan layanan Bimbingan Rohani, hal ini kayaknya kurang bijak karena pentingnya fungsi Bimroh terhadap pasien.(im)

Peningkatan Status Bukan untuk Gagah-Gagahan


Suara Merdeka Pendidikan
07 April 2012
  • Dies Natalis Ke-42 IAIN Walisongo
SEMARANG- Peningkatan status Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Walisongo menjadi Universitas Islam Negeri (UIN) pada 2013 diharapkan bukan untuk ajang gagah-gagahan. Sebab, perubahan status tersebut harus mampu meningkatkan mutu pendidikan dan kualitas sumber daya manusia (SDM).

Hal itu disampaikan Wakil Gubernur Rustriningsih pada Dies Natalis Ke-42 IAIN Walisongo di Aula Kampus I, Kamis (5/4). Dia mengatakan, sungguh tepat jika pada peringatan ini mengambil tema ’’Memperkokoh Persatuan Menuju UIN Walisongo Semarang’’, karena dengan perubahan status, ke depan perguruan tinggi ini harus mengutamakan persatuan dan kebersamaan untuk mencapai keberhasilan dalam meraih tujuan, cita-cita, dan harapan.

’’Dengan persatuan, segalanya harus menjadi semakin mudah dikerjakan dan diselesaikan,’’ ungkapnya.
Konversi IAIN menjadi UIN hendaknya tidak semata untuk menjadi lembaga bisnis yang berorientasi pada keuntungan atau menaikkan pamor, melainkan sebagai semangat membangun SDM yang andal dan berkualitas di perguruan tinggi.
Rustriningsih berharap ke depan akan banyak lahir SDM yang bukan saja menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi serta beriman dan bertakwa kepada Allah SWT, namun juga profesional dan berdaya saing tinggi.

Pembangunan Gedung

Acara tersebut juga dihadiri Wakil Wali Kota Semarang Hendi Hendar Prihadi, muspida, dan para pendiri IAIN Walisongo beserta anggota senat.
Rektor IAIN Walisongo Prof Dr Muhibbin MAg mengatakan, konversi IAIN ke UIN Walisongo siap pada tahun 2013. Hal ini dibuktikan dengan pembangunan gedung-gedung perkuliahan baru, gedung serbaguna (GSG), dan beberapa fasilitas kampus yang lain.

’’Di samping itu, IAIN telah menyiapkan 24 prodi untuk menampung calon mahasiswa dari seluruh Jateng, karena  telah mendapat bantuan dari IDB sebesar 35 juta dolar AS,’’ tandasnya. (K3-37)


Kampanye Pesona Batik Lewat Kampus


Suara Merdeka, Senin, 30 April 2012
Kampanye pesona batik lewat kampus, digencarkan dalam Pesona Batik 2012 Mahasiswa Tingkat Regional Jawa Tengah. Lomba Fasion Show dan Talk Show Batik. Di auditorium kampus 3 IAIN Walisongo Semarang. Acara diadakan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Tengah kerja sama dengan UKM Forum Silaturrahmi an-Nisa (Fosia) dan Exist Modelling School, Kamis (19/4).
Bayu Ramli, Pembina Exist Modelling School mengatakan,  acara fasion show ini adalah upaya membudayakan pakai batik dan sebagai wujud kampanye batik di dunia kampus. 12 pemenang akan mendapatkan beasiswa sekolah gratis di modeling selama satu tahun.
“Pesona batik merupakan ajang pembelajaran dibidang fasion. Kegiatan ini sangat bagus dilaksanakan. Dan harapannya tetap diagendakan oleh pihak kampus guna mencari bibit-bibit model. Sehingga para model mampu menyampaikan bakat mereka,” paparnya.
Tyas Anjani, ST. Kepala Seksi promosi Dinbudpar Provinsi Jateng mengatakan, pesona batik ini merupakan apresiasi batik nusantara, sosialisasi dan eksplorasi Batik Nusantara. “Selain mengkampanyekan batik Jawa Tengah pada khususnya, ini juga merupakan upaya Visit Jateng untuk menarik para wisatawan asing berkunjung ke Jawa Tengah, sehingga Jateng memiliki nilai jual. “bagi para model nanti akan kami bina dan nantinya kami ajukan dalam visit Jateng nantinya,” tandasnya.
Fauziyah, ketua sanggar putri Ngalian menambahkan, bahwa mencintai budaya lokal, dalam konteks ini mencintai batik merupakan sebuah kebanggaan mencintai produk dalam negeri. Nadia, ketua UKM Forum Silaturrahmi An-Nisa menandaskan, jumlah peserta lumayan banyak, yaitu 40 peserta dari universitas se Jawa Tengah. Juara satu akan mendapat Trofi dari Gubernur Jateng, Juara II mendapat Tropi Rektor IAIN, dan Juara Tiga dapat trofi Dekan Fakultas Syariah. Serta mendapat beasiswa pembinaan Modeling dari Exist Modelling School.
Melati, salah satu pemenang lomba merasa senang dapat memenangi lomba pesona batik 2012 ini. “padahal saya baru belajar sedikit tentang dunia modeling. Saya juga nggak nyangka bias memenangkan nominasi model fotogenik dalam perlombaan ini. Saya sangat bangga meski hanya meraih juara dua,” paparnya.

Belajar Antikorupsi Dari Jerman


Suara Merdeka, Kamis, 26 April 2012 
KEJUJURAN, antikorupsi, dan melayani masyarakat merupakan budaya unggul bangsa Jerman yang patut ditiru bangsa kita, dalam menghadapi permasalahan di Tanah Air.
Sebab, Indonesia sekarang mengalami krisis multidimensi. termasuk krisis moral dan kejujuran.
Tolkah MA, alumnus universitas Cologne Jerman mengatakan, Jerman sangat mementingkan budaya jujur.
Hal ini terbukti dengan banyak fasilitas umum yang tanpa penjagaan. Contohnya, membayar atau membeli tiket trem/bus tanpa petugas penarik, membeli koran dengan membayar dan mengambil sendiri tanpa ditunggui penjual, menggunakan student card untuk mendapatkan berbagai fasilitas (gratis transportasi, diskon makan di menza, dan diskon masuk museum), dan curang saat tes akan mendapat sanksi tegas.
’’Bila ini diterapkan di Indonesia, sungguh mengagumkan. Ketika mau pinjam buku di perpustakaan, saya bisa meminjam dalam jumlah yang banyak, puluhan bahkan ratusan. Mengembalikannya bebas. Bila buku yang dipesan tidak ada, perpus akan mencarikan di perpustakaan lain bahkan di kota lain tanpa biaya,’’ungkapnya.
Hal ini disampaikan di sela-sela diskusi Lintas Budaya, ’’Membangun Budaya Unggul Bangsa Indonesia dengan Bercermin pada Bangsa Jerman’’ dan peluncuran Pusat Pengembangan Budaya Unggul Bangsa (PPBUB), Senin (16/4), di Auditorium Kampus IAIN Walisongo Semarang.
Jana Kehren, dosen Universitas Leipsig Jerman, salah satu narasumber mengatakan, orang Jerman sangat mementingkan kejujuran. Bahkan, kejujuran sudah melekat dalam kehidupan sehari-hari.
Jones Ihlenfeldt, juga dosen universitas yang sama juga mengatakan, bekerja harus tepat waktu. ’’Kami tidak mengenal istilah jam karet. Kalau orang Jerman berbicara, tidak banyak basabasi. ’’Jerman, mampu bangkit setelah diluluhlantakkan Amerika saat Perang Dunia II, dan tumbuh menjadi bangsa kuat dan maju. Bahkan kini, Jerman menjadi lokomotif Uni Eropa.
Salah satu contoh lain kejujuran adalah soal tertib berlalu lintas. ’’Jika ada orang melanggar lalu lintas, dan berusaha menyogok polisi, seketika itu sang polisi langsung marah dan segera mnilang. Ini adalah bukti antikorupsi di Jerman,’’ tambahnya.(Akhmad Shoim, pegawai Sub Bagian Humas IAIN Walisongo Semarang dan Litbang SKM Amanat-61)

Menggagas Kurikulum Kecerdasan


Muhammad Abu Nadlir *
JEAN Peaget, psikolog Swiss, mengatakan, tujuan paling prinsip dari pendidikan adalah menciptakan manusia yang mampu melakukan hal-hal baru, bukan hanya mengulang apa yang dilakukan generasi sebelumnya. Inti dari tujuan pendidikan adalah menciptakan manusia kreatif, memiliki daya cipta, dan penemu (Jean Peaget, The Psychology of Intelligence, 2001, h. 131).
Namun, bila melihat keadaan di Indonesia, tujuan pendidikan sebagaimana yang dikehendaki Jean Peaget sama sekali belum terjadi. Banyak lembaga pendidikan di negeri ini hanya mengajarkan segala hal yang tidak sesuai dengan kemampuan peserta didik. Akibatnya, banyak peserta didik stres gara-gara yang mereka pelajari di sekolah tidak sesuai dengan kemampuan mereka.

Kurikulum Berbasis Kecerdasan
Salah satu masalah besar dalam dunia pendidikan adalah ketidaktepatan dalam memahami kecerdasan murid-murinya. Peserta didik sering dianggap tidak cerdas karena tidak memahami dengan baik mata pelajaran tertentu, terutama matematika.
Howard Gardner, psikolog dari Universitas Harvard mendekonstruksi pandangan ini dengan menyuguhkan sembilan jenis kecerdasan (Howard Gardner, The Development And Education Of The Mind: The Selected Works Of Howard Gardner, h. 47-54). Macam-macam kecerdasan ini memungkinkan seseorang memiliki kemampuan tertentu yang menonjol, bahkan mungkin tidak disadari oleh yang bersangkutan.
Sembilan kecerdasan tersebut adalah: Pertama, kecerdasan linguistic-verbal, yang memungkinkan seseorang sangat terampil berolah kata, sehingga apa yang dipikirkan dapat dituangkan dalam kata atau kalimat, lisan maupun tulisan. Kecerdasan jenis ini sangat mendukung untuk bercerita, berdebat, berdiskusi, menyampaikan laporan, dan sebagainya yang sejenis yang sangat mendukung berbagai profesi, antara lain: guru, pengacara, orator, penyiar/presenter, penyair, dan editor. Kecerdasan inilah yang menonjol dalam diri orang-orang seperti Shakespeare dan Homeros.
Kedua, kecerdasan logico-mathematic, yang membuat seseorang sangat mudah berinteraksi dengan angka-angka dan mampu memahami hubungan kausal, sehingga memiliki cara berpikir yang logis dan dengan cepat mampu memahami fenomena yang bersifat ilmiah. Kecerdasan jenis ini akan memudahkan untuk menentukan mana yang benar dan mana yang tidak benar dalam kriteria logika. Newton dan Einstein adalah dua dari sekian banyak ilmuan yang menonjol karena kecerdasan jenis ini.
Ketiga, kecerdasan visual-spasial, yang membuat seseorang memiliki kemampuan untuk secara detail menggambarkan apa yang dicerapnya. Kecerdasan ini dimiliki oleh navigator, arsitek, dan para seniman lukis (juga yang berkaitan dengan gambar-gambar, seperti lukisan/foto). Lukisan yang berkualitas dihasilkan oleh pelukis yang memiliki kecerdasan tinggi dalam melihat goresan-goresan yang diciptakannya lewat sapuan kuas.
Demikian juga seorang fotografer yang mumpuni, mampu membuat analisis yang tepat tentang pengaruh cahaya, latar belakang, dan lain sebagainya yang dapat mempengaruhi kualitas hasil foto. Thomas Alva Edison, Pablo Picasso, dan Ansel Adams, adalah orang-orang dengan kecerdasan visual-spasial yang baik.
Keempat, kecerdasan ritmik-musikal, yang membuat seseorang piawai memainkan alat musik karena ia pandai menyimpan nada dalam pikirannya. Ia mampu dengan baik mengingat irama dan kemudian secara mudah terpengaruh oleh musik. Menurut Plato, musik memiliki pengaruh yang sangat besar ke dalam jiwa, bahkan yang terdalam.
Musik juga dapat membantu memberikan stimulus kepada tubuh untuk melakukan gerakan-gerakan yang lebih mudah seperti dilakukan oleh para pesenam. Banyak pakar mengatakan, musik juga berpengaruh pada kecerdasan lainnya, karena irama musik dalam menggeser pikiran, mengungkapkan kasih sayang dan memberikan ilham, serta meningkatkan ketakwaan. Karena itu, oleh para sufi Mesir, musik dijadikan sebagai sarana untuk berekstasi kepada Tuhan.
Kelima, kecerdasan kinestetik, yang memungkinkan seseorang dengan mudah melakukan gerakan yang bagi kebanyakan orang sangat sulit, bahkan tidak bisa dilakukan. Kecerdasan ini dimiliki terutama oleh para atlit, pengrajin, montir, dan ahli bedah.
Keenam, kecerdasan interpersonal, yang membuat seseorang mampu berinteraksi secara baik dengan orang lain. Kecerdasan ini pada dasarnya sangat diperlukan untuk menciptakan harmoni dalam masyarakat. Sesuai dengan fitrahnya, sebagaimana dijelaskan Aristoteles dalam bukunya Republica bahwa manusia adalah zoon politicon (makhluk sosial). Tidak ada manusia yang bisa hidup sendiri di pulau-pulau di dunia ini.
Dengan kecerdasan ini, seseorang mampu menjalin relasi dengan orang lain secara lebih empatik, sehingga disenangi banyak orang. Kecerdasan ini biasanya dimiliki oleh pemimpin-pemimpin sosial dan politik, seorang yang pandai membuat jaringan (networker), juru runding, dan guru yang baik. Mahatma Gandhi adalah salah seorang yang menonjol dalam kecerdasan interpersonal ini.
Ketujuh, kecerdasan intrapersonal, yang memungkinkan seseorang mengakses perasaannya sendiri yang terdalam, membedakan berbagai keadaan emosi, mampu memahami nilai-nilai hidup untuk membimbing hidupnya. Kecerdasan ini lebih optimal jika distimulasi dengan kegiatan meditasi, kontemplasi, dan berbagai aktivitas penelusuran jiwa secara lebih mendalam. Kecerdasan jenis ini membuat pemiliknya sangat mandiri, fokus pada tujuan, dan sangat disiplin, sehingga kurang suka bekerjasama dengan orang lain. Ini kecerdasan para konselor dan ahli teologi.
Kedelapan, kecerdasan naturalis, yang memungkinkan sesesorang memiliki kemampuan yang lebih dalam mengenali, membedakan, mengungkapkan, dan membuat kategori terhadap apa yang dijumpai di alam alam semesta ini. Kesembilan, kecerdasan eksistensial yang lebih berupa kemampuan untuk berpikir filosofis, selalu bertanya mengapa yang ada ada, atau asal mula dari yang ada, dan ke mana yang ada jika “tiada‘.
Melihat sembilan jenis kecerdasan di atas, maka segenap lembaga pendidikan kiranya perlu mendesain kurikulum yang bisa membuat kecerdasan-kecerdasan dalam diri murid berkembang optimal dengan cara memberikan penghargaan yang sama kepada setiap kecerdasan yang dimiliki para peserta didik. Sebab, dunia masa depan memerlukan individu-individu yang ahli dalam bidangnya, apa pun bidang itu.
*Mahasiswa Magister Ilmu Administrasi Publik Kebijakan Pendidikan Universitas Diponegoro, Semarang

Sabtu, 28 April 2012

Perang Obor Jepara


Berbicara tentang pariwisata Jawa Tengah, ingatan biasa langsung melayang ke Candi Borobudur yang terletak di Magelang, Dieng, Semarang, ataupun Solo. Padahal Jawa Tengah memiliki 35 kabupaten dan kota. Masing-masing memiliki daya tarik wisata andalannya.
Salah satunya adalah Jepara yang tenar dengan kursi-kursi kayu jati dan Karimun Jawa. Nah, akhir pekan Anda bisa mampir ke Jepara, tak hanya untuk menikmati keindahan Karimun Jawa, tetapi mengikuti tradisi unik festival obor yang akan berlangsung pada 28 April 2012 ini.
Sesuai namanya yaktu Perang Obor Tegalsambi, ritual tradisional di kegelapan malam ibarat perang api. Perang obor menjadi ciri khas Desa Tegalsambi dan merupakan ritual kuno sejak awal abad ke-16.
Konon, perang obor dimulai oleh seorang tokoh desa bernama Kiai Babadan dan abdinya yang bernama Ki Gemblong. Ritual sedekah bumi diyakini untuk menghindari desa dari segala bala. Oleh karena itu, perang obor biasa dilakukan tergantung masa panen.
Obor yang digunakan sendiri terbuat dari pelepah dan daun kelapa yang sudah kering. Adu obor terus berlangsung sampai obor-obor habis. Luka bakar pun tak terhindari. Namun uniknya, luka bakar dari peserta akibat bara bisa diobati dengan air bertuah yang diberikan tokoh adat setempat.
Keesokan harinya, Anda bisa menelusuri pantai-pantai yang ada di Jepara seperti Pantai Bandengan yang berada sekitar tujuh kilometer ke utara dari pusat kota Jepara. Pantai berpasir putih ini cocok untuk tempat berenang dan tempat favorit untuk melihat matahari terbenam.
Bisa juga mampir ke Pantai Bondo, Pantai Kartini, atau Pantai Empuk Rancak. Pantai Empuk Rancak awalnya kalah tenar dengan pantai-pantai lainnya di Jepara. Namun sejak penduduk lokal secara mandiri mengelola pantai ini, Pantai Empuk Rancak mulai ramai dikunjungi wisatawan.
 Apalagi di tempat ini banyak warung-warung makan seafood. Menikmati hidangan laut yang segar di tepi pantai berpasir putih, pasti terasa nikmat. Pantai ini berada di desa Karang Gondang.
Penggemar wisata sejarah? Maka, arahkan perjalanan ke sebuat benteng Portugis yang berada di desa Banyumanis. Agak jauh dari pusat kota Jepara, yaitu sekitar 45 kilometer ke arah utara. Perjalanan menuju benteng akan melewati jalanan yang kanan dan kiri jalan ditumbuhi pohon berusia ratusan tahun. Peninggalan kolonial Portugis ini dibangun pada 1632.
Wisata kuliner pun tak bisa dilewatkan. Coba cicipi aneka makanan tradisional Klenyem, Kenyol, dan Nagasar, yang merupakan jajanan tradisional. Ada pula pindang srani yang terbuat dari ikan kerapu dengan kuah kuning. Salah satu tempat berburu kuliner Jepara adalah di Shopping Center Jepara.
Menuju Jepara sangatlah mudah. Dari Jakarta bisa naik bus dari Terminal Rawamangun, terminal Kampung Rambutan, atau Terminal Lebak Bulus, dengan kisaran tiket Rp 350.000 pulang pergi. Jika dengan kereta api,  bisa naik kereta ekonomi Kertajaya dari Stasiun Senen. Lebih nyaman dengan kereta eksekutif Sembrani atau kereta kelas bisnis Gumarang dari Stasiun Gambir.

Jumat, 27 April 2012

Raja Para Mafia



Saya jd teringat ucapan mantan MenBUMN Sofyan Djalil sewaktu mau tunjuk

Dirut Pertamina. Sofyan ajukan beberapa nama ke SBY. Selalu ditolak.
Tahu calon2 dirut Pertamina ditolak SBY, Sofyan Djalil ajukan nama lain
ke SBY..ditolak juga.
Sampai2 Sofyan bolak balik ke SBY ajukan nama.
Capek bolak balik ke istana tapi selalu ditolak SBY, akhirnya Sofyan
djalil ketemu langsung SBY dan tanya maunya SBY.
SBY pura2 tanya lagi.
SBY pura2 tanya ke Sofyan djalil siapa2 saja yg diusulkan Sofyan? Sofyan
sebutkan beberapa nama. Ditolak. Sampai akhirnya terucap nama Karen.
Nah, itu dia ..kayaknya itu bagus. Kata SBY kpd Sofyan djalil. Pdhl nama
Karen itu sdh ada lama dikantong SBY..tp seolah2 itu usulan Sofyan.
Karen itu mmg sengaja dipersiapkan utk jadi dirut Pertamina sejak SBY
berkuasa. Semula Karen itu hanya konsultan di Pertamina. No body !,
Karen lalu disusupkan jd salah satu direksi Pertamina. Setahun kemudian
ditunjuk SBY sebagai dirut Pertamina. Karen hny boneka istana aja.
Ketika nama Karen sdh disebutkan sbg calon Dirut Pertamina, sudi
silalahi sibuk telp Sofyan djalil. Lebih 3 kali sehari. Kayak minum
obat. Sudi silalahi minta Karen secepatnya dilantik gantikan Ari
soemarno. Ari sdh dinilai berbahaya karena berani otak atik petral &
mafia minyak.
Karen ini dekat banget sama Ani SBY. Program2
SIKIB dan kepentingan ani sby selalu diakomodir oleh Karen, si direktur
utama pertamina. Anda ingat ga saat terjadi kisruh menteri ESDM darwin
zaini dgn Kepala BP Migas? Ttg penetapan deputi BP Migas oleh MenESDM?,
Kepala BP migas berani menolak penunjukan nama deputi ka BP Migas yg
ditetapkan MenESDM Darwin Zaini. Kenapa? Ka BP migas itu dibeking sudi.
Akhirnya Darwin yang terpental. Dicopot jabatannya sbg menteri ESDM.
Itulah nasib pejabat jika berani melawan mafia migas yg dibeking Istana.
Ari soemarno dirut pertamina harus dicopot oleh SBY karena dia tahu
banyak ttg Petral. Ari mantan dirut Petral. SBY mau main aman dgn mafia.
Jadi bagaimana kita mau berantas mafia2 yg ada di Indonesia? Beking
mereka SBY ! SBY butuh uang haam mereka utk biaya politik. Persis
seperti kata teman saya broker minyak di singapore. Mau berantas mafia
minyak? Impossible ! Kecuali presiden you diganti katanya, sudi itu
operatornya SBY. SBY yg perintahkan sudi utk bekerjasama dgn mafia
minyak, tambang, hutan, pajak dst.

Siapapun dirutnya, Pertamina tetap akan jadi sapi perah buat RI 1, itu sdh terjadi sejak era Ibnu Sutowo! Mafia minyak itu berkuasa sejak zaman suharto dgn gandeng anak2
suharto.
Mereka sdh sgt kaya raya. Ketika SBY bekuasa, SBY join sama mereka. SBY butuh dana pemenangan pemilu /pilps yg luar biasa besar. Darimana uang belasan triliun utk kampanye jika bukan salah satunya dari
mafia.
Sekarang dahlan iskan ga lg otak atik Pertamina dan mafia
minyak. Dia kebentur tembok. Dia lbh suka jualan E toll atau tidur
dirumah petani.
Jadi dapat anda bayangkan betapa stressnya alm widjojono berada dilingkungan yg busuk, korup dan zalim? Allah sayang sama dia..dipanggilNya. Alm Widjojono insya Allah belum sempat terkontaminasi kotornya korupsi minyak, batubara dan lainnya. Dia ga
cocok disana. Makan hati.
Statement Mahfud MD ttg Pertamina paling korup itu benar adanya. Dia hrs hati2. Jgn sampai direkayasa cari2 kesalahannya, trus dihancurkan. SBY butuh uang puluhan triliun utk pertahankan kemenangan Demokrat dan Pilpres 2014 yad. Semua sumber uang
haram jadi pilihan utamanya.
Kembali ke mafia minyak, uang upeti yg dikumpulkannya utk SBY disimpan di luar negeri. Setiap saat bisa ditarik ke Indonesia jika SBY butuh. Sebelum pemilu 2009 saya
mendengar ada ratusan juta yg ditarik oleh mafia minyak Petral ini utk kepentingan SBY. Masuknya ke RI cash !.
Dulu Amin Rais teriak2 pusat korupsi indonesia itu ada di istana. Maksudnya ya SBY dan sudi silalahi. Tapi skrg amin diam melempem. Amin Rais tak berkutik dan redam
suara hatinya karena dia sdh dimanjakan oleh SBY.
Belum lagi Hatta jd menko dan besannya zulkifli yg menhut
Dahlan iskan juga ga bisa berkutik ketika penetapan Megananda sbg dirut Holding BUMN. Padahal dia tahu megananda itu raja korup di BUMN. Intinya, tangan dahkan iskan tak

akan bisa sampai ke BUMN2 besar yg jadi sumber uang&korupsi istana.
Kompensasinya DI urus yg remeh temeh.
SBY berhasil menutup2i korupsi istana yg rugikan negara puluhan triliun/ tahun dgn
pencitraannya sbg antikorupsi. Skrg terbukti SBY biangnya.
Coba deh..berani ga dahlan iskan usut mafia di Telkom, Telkomsel, Krakatau
Steel dan BUMN2 besa lain? Ga bakalan. Semua dibeking SBY & sudi.
Bahkan korupsi depag dan haji pun tak lepas dari tangan2 istana.
Kelihatannya SBY skrg ngebut kumpulkan harta haram utk pribadi dan
politik.
Bgmn SBY bisa tegas sama Polri dan kejaksaan, wong polri dan kejaksaan tau mainnya SBY dan mafia pajak, hutan dan tambang.
Bagaimana SBY bisa tegas dgn mafia hukum di Polri dan Kejaksaan, wong
Polri dan kejaksaan tahu banyak korupsi SBY bersama2 mafia minyak.
*Lutfan Rakhman (Kepala SDUT Bumi Kartini)

Senin, 09 April 2012

Status dan Hak Anak Luar Nikah

Oleh: Akhmad Shoim
Kejadian lahirnya anak di luar nikah sepertinya layak untuk diperbincangkan. Ketika anak lahir di luar nikah, maka muncul beberapa pertanyaan. Pertama, bagaimana status dan hak anak diluar nikah tersebut? Kedua, bagaimana status anak tersebut dalam perspektif yuridis normatif?
Kasus ini bermula saat permohonan penyanyi dangdut Aisyah Mochtar atau Machica Muchtar tersebut terhadap Mahkamah Konstitusi atas putusan sidang gugatan status anaknya ke Pengadilan Agama Tigaraksa, Tangerang, yang akan digelar 10 April mendatang. sidang itu, berupa perintah tes DNA (deoxyribonucleic acid) untuk membuktikan anaknya, Muhammad Iqbal Ramadhan, 16 tahun, benar keturunan mendiang Moerdiono, mantan Menteri Sekretaris Negara era Orde Baru.
Aisyah Mukhtar mengajukan kepada MK untuk melakukan uji materi terhadap Pasal 2 ayat 2 dan Pasal 43 ayat (1) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan. Dalam Pasal 2 ayat 2 disebutkan bahwa tiap-tiap perkawinan dicatat menurut peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Sedangkan dalam Pasal 43  disebutkan bahwa anak yang dilahirkan di luar perkawinan hanya mempunyai hubungan perdata dengan ibunya dan keluarga ibunya. Oleh Aisyah Mukhtar, Pasal ini dianggap bertentangan dengan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 (UUD 1945) terutama berkaitan dengan hak-hak dasar anak yang berhubungan dengan bapak biologisnya.
Selama ini berdasarkan ketentuan Pasal 43 UU. Perkawinan ini setiap anak yang dilahirkan di luar perkawinan dalam hal keperdataan secara yuridis normatif tidak mempunyai hubungan hukum dengan ayah biologisnya meskipun diketahui secara pasti siapa ayah biologisnya, sehingga seorang anak tidak dapat menuntut hak-haknya secara keperdataan baik dalam hal nafkah, pendidikan maupun waris. 
Di dalam akte kelahirannyapun statusnya dianggap sebagai anak luar nikah, sehingga hanya dicantumkan nama ibu yang melahirkannya. Pencantuman keterangan sebagai anak luar nikah dan tidak tercantumnya nama si ayah akan berdampak negatif baik dalam tatanan sosial maupun psikologis anak dan juga ibunya. Berangkat dari konsepsi ini makna perkawinan yang seharusnya memunculkan kedamaian, melahirkan keturunan yang baik dan dalam rangka membentuk keluarga yang sakinah, penuh kasih sayang dan memperoleh ridlo Allah jadi hilang.

Sidang gugatan pengakuan status anak Machica itu menyusul keluarnya putusan Mahkamah Konstitusi pada 13 Februari 2012 lalu yang mengabulkan permohonan uji materi Pasal 43 ayat (1) UU No. 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan dari Aisyah Mochtar alias Machica binti H. Mochtar Ibrahim dan Muhammad Iqbal Ramadhan bin Moerdiono (tempo.com). 
Ketentuan Pasal 43 (1) UU. Perkawinan  yang semula berbunyi; “anak yang dilahirkan diluar perkawinan hanya mempunyai hubungan perdata dengan ibunya dan keluarga ibunya”, oleh MK pasal ini diputuskan tidak mempunyai kekuatan hukum lagi, dan oleh karenanya Pasal 43 UU. Perkawinan dapat dimaknai bahwa “Anak yang dilahirkan di luar perkawinan mempunyai hubungan perdata dengan ibunya dan keluarga ibunya serta dengan laki-laki sebagai ayahnya yang dapat dibuktikan berdasarkan ilmu pengetahuan dan teknologi dan/atau alat bukti lain menurut hukum mempunyai hubungan darah, termasuk hubungan perdata dengan keluarga ayahnya.
Status anak luar nikah memasuki babak baru pasca putusan Mahkamah Konstitusi (MK) No.46/PUU-VIII/2010 tentang Pengujian UU. No. 1 tahun 1974 tentang Perkawinan (Pasal 2 ayat (2) dan Pasal 43 ayat (1)). Dalam putusan MK tersebut memberikan hak keperdataan terhadap anak luar nikah.
Putusan MK itu menyebutkan, anak yang dilahirkan di luar perkawinan mempunyai hubungan perdata dengan ibunya dan keluarga ibunya serta dengan laki-laki sebagai ayahnya yang dapat dibuktikan berdasarkan ilmu pengetahuan dan teknologi atau alat bukti lain. Keputusan MK No. 46/PUU-VIII/2010 yang  dalam putusannya menyatakan bahwa anak di luar nikah mempunyai hubungan keperdataan dengan ayah biologisnya sepanjang dapat dibuktikan dengan teknologi atau alat bukti yang sah menurut hukum (Drs. Irsyad Bustaman, Bc.IP, M.Si.).




Senin, 02 April 2012

Pengembangan Usaha Garam Di Kabupaten Jepara


Kelompok Usaha Garam Rakyat (Kugar) se-Kabupaten Jepara, mendapatkan pelatihan dan sosialisasi Pemberdayaan Usaha Garam Rakyat (Pugar) tahun 2012. kegiatan diikuti oleh sekitar 50 peserta se-Kecamatan Kedung, dari desa Kedung Malang, Panggung, Kalianyar, dan Surodadi. Acara pelatihan dan sosialisasi bertempat di Kampus Marine Station Universitas Diponegoro, Teluk Awur, Jepara, Kamis (29/3).
Pembukaan pelatihan dilakukan oleh wakil dari Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Jepara. Para peserta terlihat antusias dan apresiatif terhadap kegiatan tersebut. Tiga narasumber didatangkan guna mengisi pelatihan tersebut.
Ahma Sofuan, M.Si mengatakan, Kabupaten Jepara dapat menjadi pemasok garam Jepara dalam jumlah yang besar, untuk memenuhi kebutuhan nasional, baik untuk garam konsumsi maupun garam industri. Lahan usaha garam Jepara berpusat di kecamatan Kedung dengan luas Persil Tambak Garam 722,4 Hektar.
”Guna meningkatkan produktifitas garam, kuncinya adalah bagaimana mempercepat terjadinya evaporasi atau penguapan air laut / menuakan air laut. Perlu ketelitian pengolahan lahan tambak garam. Penggunaan teknologi yang dapat mempercepat penuaan air laut sangat diperlukan, yaitu teknologi yang dapat meningkatkan kandungan NaCl dan warna atau visual yang bagus,”tandasnya.
Munawarto, dari Dinas Kelautan dan Perikanan memberikan pedoman teknis pemberdayaaan usaha garam rakyat (Pugar) tahun 2012. ”Pedoman ini dilakukan guna menyamakan persepsi dalam penyaluran BLM Pugar 2012. sebagai acuan teknis bagi seluruh pelaksana kegiatan, baik ditingkat pusat maupun daerah,” ungkapnya.
H.Misron, salah satu peserta pelatihan, ketua dari Kugar ”Bahari” Kalianyar mengatakan, kami sangat senang dengan diadakannya pelatihan tersebut. Harapannya nanti, hasil garam yang kami kelola mampu mencapai target pemda Jepara dan menghasilkan panen garam yang semakin melimpah. ”saya berharap musim garam, sebelumnya diadakan pelatihan peningkatan kualitas dan kuantitas pembuatan garam. Ben hasile iso akeh tur garame putih lan resik,” ungkap petani garam seusai pelatihan.
Ahmad Zaini anggota kugar ”Bahari” menambahkan, kalau pengalaman membuat garam sudah dua puluh tahun, tapi baru beberapa kali saja pemerintah daerah mengadakan pelatihan. ”Nah, dengan adanya pelatihan ini sangat membantu para petani garam guna meningkatkan hasil produksinya,”tambahnya.
Marihati, dari Balai Besar Teknologi Pencegahan Pencemaran Industri, Kementrian Perindustrian Republik Indonesia Semarang mengatakan, bahwa kualitas garam Bahan Baku (BB) dipengaruhi oleh kebersihan dan senyawa-senyawa lain yang tidak dikehendaki yang ada dalam kristal garam, yaitu: CaSO­4, MgCl2, Mg SO4, dan KCl.
Ketidakmurnian garam bahan baku dipengaruhi oleh beberapa faktor. Pertama, kopresipitasi (pengendapan bersaman dari NaCl, CaSO4, MgCl2, MgSO4). Kedua, penempelan lindi Induk pada permukaan kristal garam. Ketiga, pengaruh dasar meja.
”Cara peningkatan kualitas dan kuantitas garam BB adalah: air laut sebagai faktor bahan baku pembuatan garam. Kedua, keadaan tanah pada areal yang serapannya sedikit. Ketiga, cara kerja, yaitu proses pembuatan garam mulai dari peningkatan kadar garam sampai menjadi kristal garam, sehingga akhirnya dapat dipanen.
Akhmad Shoim, Anggota Kugar ”Bahari” Kalianyar, pegawai SDUT Bumi Kartini Jepara.

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites